6 Aturan Mengemudikan Truk yang Wajib Ditaati Para Sopir

Memang tidak ada aturan mengemudikan truk yang tertulis secara pasti. Namun, para pengemudi tetap perlu memahami prinsip dasar keselamatan agar perjalanan tetap aman. Mengemudikan truk jelas berbeda dengan kendaraan kecil.

Truk memiliki bobot yang lebih berat, dimensinya lebih besar dan membutuhkan jarak pengereman yang lebih panjang. Oleh karena itu pengemudi truk harus memiliki skill yang lebih dari sopir biasa atau sopir untuk mobil-mobil yang berukuran lebih kecil.

Aturan Mengemudikan Truk

Usia pengemudi menentukan kategori SIM, Sumber: pexels.com
Peraturan dalam mengemudikan truk, Sumber: pexels.com

Mengingat jenis barang yang dibawa truk biasanya adalah muatan berat atau barang dalam jumlah besar, maka pengemudi harus memperhatikan standar keselamatan yang lebih ketat. Berikut adalah aturan-aturan dalam mengemudikan truk yang perlu Anda pahami:

1. Memiliki Lisensi

Aturan mengemudikan truk yang paling dasar adalah memiliki lisensi. Untuk mengemudikan truk, Anda wajib memiliki SIM B1 atau SIM B2. Keduanya berbeda berdasarkan jenis kendaraan yang boleh dikendarai. 

SIM B1 digunakan untuk mengemudikan kendaraan penumpang atau truk dengan berat lebih dari 3.500 kg. Sementara SIM B2 diperuntukkan bagi kendaraan yang lebih besar dan kompleks seperti truk gandeng atau kontainer.

Proses pembuatan SIM ini memiliki beberapa syarat penting. Pertama, usia minimal harus 20 tahun untuk SIM B1 dan 21 tahun untuk SIM B2. Kedua, Anda harus sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter.

Anda harus memiliki kemampuan mengemudi yang baik, terutama dalam mengendalikan kendaraan besar. Hal ini akan dinilai melalui ujian praktik. Terakhir, Anda wajib menguasai aturan lalu lintas, khususnya yang berkaitan dengan kendaraan bermuatan berat. 

2. Uji KIR

Uji KIR menjadi salah satu prosedur keselamatan paling penting yang wajib dipatuhi oleh pengemudi truk. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan setiap truk layak jalan dan memenuhi ketentuan yang berlaku. Termasuk yang berkaitan dengan kebijakan jam operasional truk.

Saat proses uji KIR berlangsung, berbagai komponen penting seperti sistem rem, lampu, hingga kondisi ban di cek secara detail untuk memastikan performanya tetap bagus dan tidak membahayakan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.

Uji KIR juga memiliki jadwal pemeriksaan yang harus diikuti secara rutin. Untuk kendaraan angkutan umum, pengecekan dilakukan setiap 6 bulan sekali. Sedangkan kendaraan pribadi biasanya menjalani uji KIR setiap 12 bulan. 

Jika sebuah kendaraan tidak memenuhi standar dan dinyatakan tidak lulus, maka truk tersebut tidak diperbolehkan beroperasi di jalan raya hingga dilakukan perbaikan yang diperlukan. Proses ini menjadi bentuk tanggung jawab penting dalam menjaga keselamatan.

3. Tidak Boleh Overload

Truck multizone, Sumber: machineseeker.com
Batas muatan truk, Sumber: machineseeker.com

Dalam operasional truk, mematuhi batas muatan yang telah ditetapkan pemerintah menjadi  aturan mengemudikan truk yang tidak bisa dinegosiasi. Mengangkut beban melebihi kapasitas atau overloading bisa meningkatkan potensi kecelakaan.

Alasannya adalah karena overloading berpotensi membuat kendaraan menjadi sulit dikendalikan. Truk yang membawa muatan berlebih sangat berbahaya karena menurunkan kinerja dan stabilitas kendaraan. 

Beban yang terlalu berat membuat sistem pengereman tidak maksimal. Hal tersebut membuat jarak berhenti menjadi lebih panjang dan risiko gagal rem meningkat. Ban juga mendapat tekanan berlebih, mudah panas, dan rentan pecah saat melaju. 

Selain itu, stabilitas kendaraan berkurang sehingga truk lebih mudah oleng atau terguling, terutama di tikungan. Kondisi tersebut bukan hanya mengancam keselamatan pengemudi saja akan tetapi juga pengguna jalan lainnya.

4. Mengikuti Regulasi yang Ada

Regulasi jam mengemudi dibuat untuk mencegah kelelahan pada pengemudi. Kondisi tubuh yang lelah merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan di jalan. Oleh karena itu, ada batasan mengenai durasi mengemudi dan mewajibkan waktu istirahat yang cukup.

Aturan ini membantu pengemudi tetap fokus dan menjaga kondisi tubuh tetap prima. Selain itu, pemanfaatan teknologi modern kini menjadi bagian penting dalam meningkatkan keselamatan di industri trucking. 

Penggunaan GPS memungkinkan pemantauan rute secara real-time. Tujuannya agar perjalanan bisa dikendalikan secara lebih efisien dan aman. Kamera pengawas di kendaraan juga membantu memonitor situasi jalan dan perilaku pengemudi.

Sistem manajemen armada yang terintegrasi turut mendukung pengawasan kinerja truk dan pengemudinya. Regulasi tersebut dibuat agar standar keselamatan dapat dipenuhi secara lebih konsisten.

5. Terapkan Etika dalam Mengemudi

Perbedaan SIM B1 dan B2, Sumber: gpsku.co.id
Etika berkemudi, Sumber: gpsku.co.id

Etika mengemudi yang baik merupakan salah satu aspek penting yang harus dimiliki oleh pengemudi truk profesional. Etika ini mencakup sikap saling menghargai sesama pengguna jalan, termasuk memberi ruang dan prioritas bagi pejalan kaki serta pesepeda.

Selain itu, penggunaan lampu isyarat secara tepat saat berbelok atau berpindah jalur juga menunjukkan profesionalisme dan membantu mencegah kesalahpahaman di jalan. Pengemudi truk juga harus menghindari perilaku agresif.

Contohnya seperti memacu kecepatan berlebihan atau memotong kendaraan lain. Hal tersebut tidak boleh dilakukan karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Di sisi lain, pengemudi truk sering kali harus menghadapi berbagai kondisi menantang.

Misalnya seperti kemacetan panjang, jalan rusak, atau medan yang sulit diprediksi. Dalam kondisi seperti ini, sikap tenang sangat diperlukan. Pengemudi harus mampu mengambil keputusan yang bijak dan selalu mengutamakan keselamatan daripada kecepatan.

6. Perencanaan yang Baik

Perencanaan perjalanan yang baik merupakan langkah awal yang wajib dilakukan oleh setiap pengemudi truk profesional. Dengan perencanaan yang matang, perjalanan akan berlangsung lebih aman dan bebas dari hambatan yang sebenarnya bisa dihindari. 

Langkah ini meliputi pemilihan rute yang paling efektif. Rute yang efektif bukan sekedar dilihat dari segi jarak, akan tetapi juga kondisi jalan, tingkat kepadatan lalu lintas, dan adanya pembatasan tertentu untuk kendaraan besar.

Disamping itu pengemudi harus selalu memperhatikan batas kecepatan dan mematuhi seluruh peraturan lalu lintas. Pemantauan cuaca juga sangat penting karena hujan deras, kabut, atau angin kencang dapat meningkatkan risiko kecelakaan. 

Demikian 6 aturan mengemudikan truk yang wajib dipahami dan diterapkan oleh setiap sopir agar perjalanan selalu aman dan sesuai ketentuan perundangan. Dengan mengikuti standar keselamatan yang ada, risiko kecelakaan dapat ditekan.

Jika Anda membutuhkan layanan angkut dengan armada yang terawat dan sopir berpengalaman, Kabul Trans menghadirkan layanan sewa truk box Surabaya yang siap membantu pengiriman barang Anda dengan aman dan tepat waktu.

Leave a Comment